Waspada Gejala pada Pneumonia – Paru-paru merupakan pusat dari sistem pernafasan manusia. Peran paru-paru sangat vital bagi manusia. Menjaga kesehatan paru-paru bukan hanya tentang berolahraga atau makan makanan sehat.

Waspada Gejala pada Pneumonia

Menghindari paparan asap rokok atau membersihkan lingkungan merupakan salah satu cara menjaga kesehatan paru-paru. Anda tidak ingin paru-paru Anda mengalami masalah kesehatan akibat infeksi yang dikenal sebagai pneumonia.

Pneumonia adalah radang paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Ada berbagai penyebab yang menjadi penyebab terjadinya infeksi paru-paru, mulai dari virus, bakteri, hingga jamur. Jika tidak ditangani dengan baik, pneumonia dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi aliran darah, abses paru-paru, dan efusi pleura. Kenali gejala pneumonia agar Anda bisa menangani kondisi ini sejak dini!

Pneumonia adalah infeksi yang menyerang salah satu atau kedua paru-paru, menyebabkan kantung udara di paru-paru menjadi meradang dan membengkak. Selain itu, kantong udara kecil di ujung saluran napas seseorang juga bisa terisi dengan air atau lendir. Itulah sebabnya pneumonia sering disebut sebagai pneumonia.

Biasanya gejala yang muncul akibat pneumonia akan berbeda pada tiap orang. Gejala yang dialami bisa dikategorikan ringan hingga berat. Gejala pneumonia dapat muncul tiba-tiba atau berkembang perlahan dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah infeksi.

Berikut beberapa gejala pneumonia yang harus diwaspadai:

  1. Batuk berdahak.
  2. Demam, berkeringat, dan terkadang disertai menggigil.
  3. Sesak napas.
  4. Nyeri dada yang semakin parah saat Anda menarik napas atau batuk.
  5. Kehilangan nafsu makan, kekurangan energi, hingga kelelahan terus-menerus.
  6. Mual dan muntah.
  7. Kebingungan.
  8. Sakit kepala.

Beberapa gejala akan berbeda sesuai dengan usia dan tingkat keparahan pengidap pneumonia. Biasanya, pada anak di bawah usia 5 tahun, gejala disertai dengan pernapasan yang berlanjut menjadi mengi atau mengi.

Anak-anak umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, terkadang mual, muntah, gangguan makan dan minum dialami oleh anak penderita pneumonia. Lansia atau lansia juga mengalami gejala yang lebih spesifik. Lansia penderita pneumonia biasanya akan mengalami keadaan kebingungan hingga suhu tubuh di bawah normal.

Segera kunjungi rumah sakit terdekat dan dapatkan pertolongan medis jika Anda mengalami beberapa gejala yang berkaitan dengan pneumonia. Apalagi jika gejalanya sudah menyebabkan sesak napas, demam tinggi, perubahan warna kebiruan pada kulit dan bibir, serta batuk berdahak yang semakin parah.

Pengobatan untuk Pneumonia

Ada beberapa tes yang perlu dilakukan untuk mendiagnosis pneumonia. Mulai dari tes darah, rontgen dada, hingga tes dahak. Jika hasil tes menunjukkan bahwa Anda menderita pneumonia, pengobatan harus dilakukan untuk mengobati penyakit tersebut dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.

Pengobatan juga disesuaikan dengan penyebab pneumonia, kondisi kesehatan, dan usia penderita. Penting untuk selalu menjalankan nasehat dokter mengenai pengobatan bagi penderita pneumonia.

Jangan lupa minum obat yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, dokter akan menyiapkan antibiotik untuk mengatasi kondisi ini. Sebaiknya konsumsi obat tersebut sampai habis dalam waktu yang dianjurkan oleh dokter. Ini untuk mencegah pneumonia berulang.

Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diobati dengan obat antivirus. Selain itu, selama menjalani pengobatan, Anda juga perlu istirahat dan nutrisi yang cukup agar daya tahan tubuh Anda bisa kembali optimal.

Umumnya para lansia dan anak-anak disarankan untuk minum obat di rumah sakit. Biasanya pengobatan di rumah sakit antara lain pemberian antibiotik melalui cairan infus, terapi oksigen, hingga senam pernapasan untuk kembali ke kadar yang optimal.

Jika Anda sudah dinyatakan sembuh dan disarankan menjalani pemulihan, sebaiknya hindari kontak dengan orang banyak. Istirahat yang cukup, makan makanan sehat, dan juga penuhi kebutuhan cairan tubuh Anda. Waktu pemulihan sangat bervariasi. Mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Untuk itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan agar tetap optimal.

Selain itu setelah Anda menjalani pengobatan alangkah baiknya jika Anda rutin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Saat ini sudah banyak rumah sakit yang menyediakan layanan medical check up dan dapat memberikan biaya medical check up dengan sangat terjangkau.

Jadi untuk Anda yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan tidak perlu khawatir mengenai harga medical check up kesehatan karena saat ini melakukan pemeriksaan kesehatan tidaklah mahal.